Saturday, December 27, 2008

Adakah yang akan mendoakan kita?


Dipetik dari :www.iLuvislam.com


Seorang pengarah yang berjaya jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengarah yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulakan pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu berertinya kau akan meninggal dunia! Kalau hanya mencari 50 orang, itu sangat mudah.'kata si pengarah ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan bangganya si pengarah bertanya, Apakah esok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah pekerja aku punya lebih dari 1000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan perkara susah. Dengan lembut si Malaikat berkata, Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 minit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.
Tanpa menunggu reaksi dari si pengarah, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putera puterinya yang berdoa dengan khusuk dan nampak ada titisan air mata di pipi mereka. Kata Malaikat, Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu kerana doa isterimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu. Kembali terlihat dimana si isteri sedang berdoa jam 2:00 subuh, Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam kerjanya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularity dan menaikkan namanya saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau berikan pada kami, mereka masih memerlukan seorang ayah. Hambamu ini tidak mampu membesarkan mereka seorang diri. Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan cengkung kerana kurang rehat. Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengarah ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahawa dia bukanlah suami yang baik. Dan bukan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya. Waktu terus berlalu, waktu yang dia miliki hanya 10 minit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengarah ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 minit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan sedihnya dia bertanya, Apakah diantara pekerjaku, kaum kerabatku, teman kerja ku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku? Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak ikhlas. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu mementingkan diri, sombong, mengainaya pekerja, kejam, ego dan bukanlah pihak atasan yang baik. Bahkan kau sanggup memecat pekerja yang tidak bersalah dan yang tidak setimpal dengan kesalahannya. Si pengarah tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kerusi hospital dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur di kerusi sambil memangku si bongsu. Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00. Dengan hairan dan tidak percaya, si pengarah bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. Bukankah itu Pusat Asuhan Anak Yatim? kata si pengarah perlahan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari populariti saja dan untuk menarik perhatian kerajaan dan pelawat luar negeri.

Pagi tadi , salah seorang anak pusat asuhan tersebut membaca di surat khabar bahawa seorang pengarah terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di surat khabar dan yakin kalau orang yang sedang koma adalah kamu, orang yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak yatim pusat asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Kuasa Doa
Doa sangat besar kuasanya. Kita malas. Tidak ada waktu. Beban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita fikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan memerlukan doa dari orang-orang yang mengasihi dia. Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita boleh melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain. Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain. Kerana pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fizikal dan hartanya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan perlahan,
''Ya TUHAN saya mencintai-MU dan memerlukan- MU, datang dan terangilah hati kami. Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang soleh, Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang taat pada Mu, taat pada RasulMu s.a.w., taat pada kedua orang tuaku, ayahbonda ku tercinta, taat kepada semua guru murshidku yang telah membimbingku menuju jalan sampai kepada Mu. Ya Allah aku mohon pertolonganMu, jadikanlah aku ini hambaMu yang bijaksana hikmah yang dibekali olehMu ilmu yang menjadikan teguh pendirianku dalam bertaqwa mengabdikan diri pada Mu dengan penuh rasa syukur atas segala nikmat-nikmatMu wahai Tuhan yang berbelas kasih. " ..

Wednesday, December 17, 2008

Dengan Siapa Kamu Duduk...

Barangsiapa yang duduk (mendampingi atau bergaul rapat) dengan 8 macam manusia, akan ditambah Allah baginya 8 corak hidup:
1. Barangsiapa suka duduk berserta orang kaya, Akan ditambah Allah kecintaannya kepada dunia dan keinginan kepadanya.
2. Barangsiapa suka duduk berserta orang miskin, Akan dijadikan Allah baginya kesukaan bersyukur dan redha menerima pembahagian yang ditentukan Allah.
3. Barangsiapa suka duduk dengan Sultan ( Pemerintah Negara),akan ditambah Allah kasarnya dan sombongnya.
4. Barangsiapa suka duduk dengan perempuan, akan ditambah Allah bodohnya dan syahwatnya.
5. Barangsiapa suka duduk bersama kanak- kanak , akan ditambah kesukaannya bermain- maun dan bersenda gurau.
6. Barangsiapa suka duduk dengan orang fasiq, akan bertambahlah beraninya berbuat dosa dan menunda-nunda taubat.
7. Barangsiapa suka duduk dengan orang-orang soleh, akan bertambahlah keinginannya untuk taat'
8. Barangsiapa suka duduk dengan para ulama' maka bertambahlah ilmu dan waraknya...

Doa yang boleh diamalkan...

(1)Jika ingin mendapat Jodoh, bacalah...
”Allahummaab’ats ba’lan shaalihan li khithbatii wa ’aththif qalbahu ’alayya bi haqqi kalaamikal qadiim”
(Ya Allah, utuslah suami/istri yang shaleh untuk melamarku, condongkan hatinya kepadaku berkat kebenaran kalamMu yang qodim)
(2)Jika ingin dikaruniai Anak, bacalah...
”Bismillaahirrahmanirrahim. Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiina”
(Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup sendirian, dan Engkau Pewaris yang paling baik)
(3)Jika ingin menjadikan perkawinan kembali harmonis, bacalah...
”Waalqaitu ’alaika mahabbatan minniii wali tushna’a ’alaa ’ainii”
(Dan akan Ku-limpahkan kepadamu kasih sayang-Ku dan agar diperbuat oleh kamu di bawah penglihatanKu)
(4)Jika ingin dikaruniai harta kekayaan, bacalah..
”Allahmumma ya ghaaniyyu yaa hamiidu yaa mubdi’u yaa mu’iidu yaa rahiimu ya waduudu ya fa’ aalul limaa yurriidu agninii bihalaa lika ’an haraamika wa bifadhlika ’amman siwaaka”
(Ya Allah, Tuhanku yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yanag Maha Belas Kasihan dan Yang Maha Kasih Sayang, berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan, bukan yang Kau haramkan; berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah karuniaMu)
(5)Jika ingin segera terbebas dari lilitan hutang, bacalah...
”Allaahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazani wal ’ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal”
(Ya Allah, aku mohon perlindungan denganMu dari duka cita dan kesusahan, kelemahan, kemalasan dan kekikiran, tekanan hutang dan kezhaliman manusia)
(6)Jika ingin diberi jalan keluar dari problem hidup yang berat, bacalah...
”Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan waanta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan”
(Ya Allah, tiada yang mudah selain yang Engkau mudahkan, dan Engkau jadikan kesulitan itu mudah jika Engkau menghendakinya menjadi mudah)
(7)Jika ingin disembuhkan dari penyakit, bacala...
”Allaahumma ’aafinii fii badanii, allaahumma ’aafinii fii sam’ii. Allahumma ’aafinii fii basharii. Allahmumma inni a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Alahumma innii a’udzu bika min ’adzaabil qabri laa ilaaha ilaa anta”
(Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah, sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekafiran dan kefakiran, Ya Allah, aku berlinduing kepadaMu dari siksa kubur, tiada Tuhan selainMu)
(8)Jika ingin naik pangkat, bacalah...
”Allahumma innii dha’ifun fa qawwinii wa innii zaliilumfa a’izzanii wa innii faqiirum fa aghninii ya arhamar rahimiin”
(Ya Allah, sesungguhnya aku orang yang lemah, maka kuatkanlah aku; sesungguhnya aku orang yang hina, maka muliakanlah aku; sesungguhnya aku adalah orang yang fakir, maka kayakanlah aku, wahai Tuhan Yang Maha Belas Kasihan)
(9)Jika ingin cepat naik haji, bacalah...
”Allahumma sholli ’alaa muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihi wasallim shollaatan wasalaman tuballighunaa bihimaa hajja baitikal haroomi wa tarzuqunaa bi himaa ziyaarota qobri nabiyyika muhammadin ’alaihi afdholush sholaati wa azkas salaami fii luthfin wa ’aafiyatin wa barokatin wasti qoomatin wa buluughul maroomi ’adada kholqika wa ridhoa nafsika wa zinata ’arsyika wa midada kalimaatika”
(Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan pada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga serta sahabat beliau. Yang dengan rahmat dan keselamatan itu dapat menyampaikan kami untuk berangkat Haji ke BaitMu di Tanah Haram (Mekkah) dan dengan rahmat dan salamMu memberi rizqi kami untuk menziarahi makam NabiMu Muhammad SAW, yang kepada beliau terlimpah seutama-utama rahmat dan sebaik-baik salam di dalam kelemahlembutan, kesejahteraan, berkah dan istiqomah serta tercapai cita-cita sebanyak makhluqMu dan keridhoan ZatMu dan juga seberat ArsyMu serta sebanyak tinta untuk menulis kalamMu
manusia hanya mampu merancang, tuhan yang menentukan...wallahualam

Doa Apabila Telah Jatuh Cinta

Ya Allah,jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin,
jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah,
jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta yang batil.
Ya Rabbana,
jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati,
jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah,
jika aku rindu,j
agalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah,
jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan,
indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah,
jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh,
dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah,
jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas,
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki,
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini,
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu,
yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami,
dengan limpahan keimanan kepada-Mu,
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu...
ameen Ya Robbal A'lamin...
Wallahu A'lam..

Sunday, December 14, 2008

NILAI SEPULUH RINGGIT...

Seorang bapa pulang ke rumah dalam keadaan letih disambut oleh anak lelakinya yang berusia tujuh tahun di muka pintu.
“Ayah, boleh tak Amin tanya satu soalan?”
“Ya, nak tanya apa?” “Berapa pendapatan ayah sejam?”
“Itu bukan urusan kamu. Buat apa nak sibuk tanya?”
“Amin saja nak tahu ayah. Tolonglah bagi tahu berapa ayah dapat sejam bekerja di pejabat?”
“20 ringgit sejam.”
“Oh…” kata si anak sambil tunduk menekur lantai.
Kemudian memandang wajah ayahnya semula sambil bertanya;
“Ayah….boleh tak Amin pinjam sepuluh ringgit daripada ayah?”
Si ayah menjadi berang dan berkata;
“Oh, itu ke sebabnya kamu tanya pasal pendapatan ayah? Kamu nak buat apa sampai mintak sepuluh ringgit? Nak beli barang mainan lagi? Jangan nak membazir. Ayah kerja penat-penat bukan untuk buang duit sebarangan. Sekarang pergi balik ke bilik dan tidur, dah lewat dah ni.”
Kanak-kanak tujuh tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke biliknya. Si ayah duduk di atas sofa dan mula memikirkan mengapa anaknya yang kecil itu memerlukan duit sebanyak itu.
Kira-kira dua jam kemudian si ayah kembali tenang dan terfikir kemungkinan anaknya benar-benar memerlukan duit untuk keperluan di sekolahnya kerana anaknya tidak pernah meminta wang sebanyak itu sebelum ini. Dengan perasaan bersalah si ayah melangkah menuju bilik anaknya dan membuka pintu.Didapati anaknya masih belum tidur.
“Kalau kamu betul-betul perlu duit, nah ambillah sepuluh ringgit ini,” kata si ayah.
Kanak-kanak itu segera bangun dan tersenyum girang.
“Terima kasih banyak ayah,” katanya begitu gembira.
Kemudian dia tercari-cari sesuatu di bawah bantalnya dan mengeluarkan sekeping not sepuluh ringgit yang sudah renyuk.Bila ternampak duit itu si ayah kembali berang.
“Kenapa kamu mintak duit lagi sedangkan kamu dah ada duit sebanyak itu? Dari mana kamu dapat duit di bawah bantal tu?” Jerkah si ayah.
Si anak tunduk tidak berani merenung wajah ayahnya.
“Duit ini Amin kumpul dari belanja sekolah yang ayah beri setiap hari. Amin minta lagi 10 ringgit sebab duit yang Amin ada sekarang tak cukup,” jawab si anak perlahan.
“Tak cukup untuk beli apa?” soal balik si ayah.
“Ayah, sekarang Amin sudah ada 20 ringgit. Ayah ambil duit ni. Amin nak beli sejam dari masa ayah. Amin nak makan malam bersama ayah,” jawab si anak tanpa berani memandang wajah ayahnya.
Baru si ayah benar-benar faham maksud anaknya itu. Selepas mendengar penjelasan anaknya, si Ayah terus mendakap anaknya dengan penuh kasih-sayang dan bersalah kerana membiarkan anaknya diabaikan.
Moral: Kadangkala kita terlampau sibuk sehingga mengabaikan insan tersayang yang dahagakan kasih sayang dan perhatian kita. Oleh itu, luangkan sedikit waktu untuk bersama mereka.
Dipetik dari : www.iluvislam.com

Izinkan Abang Nikah Satu Lagi

"Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi,"
Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkedu. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya dilafazkan di dalam TV, sementelah TV juga dipasang.
Tapi, ahh bukanlah....
TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil sudah ada siri baru iklan Sunsilk?..
Dia menghela nafas panjang.Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur.
Dahulu, semasa puterinya kecil lagi, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menjenguk bilik putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin. Pengabisannya dia kembali kepada suaminya.Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang menjawat jawatan pembantu tadbir kesetiausahaan di jabatannya benar-benar membuatkan dia lemah.
"Kau mampu Asraf, dengan gaji kau, aku rasa kau mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sepejabat menguatkan lagi hujah apabila dia berdepan dengan Aliyah.
" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup bermadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.
Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai solat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke pejabat. Tidak seperti kelaziman, dia akan bersarapan berjemaah bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, penangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.
"Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah nak berjumpa dengan wanita tu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya.
Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas baran. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang mengilai wanita yang jauh lebih muda.
"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya.
Hendak dipengapakan apakah buah hatinya itu? Namun, tanpa sedar dia menganguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan perkara yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah periuk belanga.
Ehhh, itu zaman dulu-dulu. Zaman sekarang ni, isteri-isteri lebih bijak.Teringat dia kisah seorang tentera yang disimbah dengan asid, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cawangan lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkahwinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.
"Apa, nak suruh Qis jumpa dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau.
"Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia memujuk Qis.
"Biar betul, apa dia nak buat dengan Qis?"
"Takutlah Qis, silap haribulan dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin.
"Percayalah Qis, Aliyah bukan macam tu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.
Mahu apakah bakal madunya berjumpa dengannya? Dia sering disogokkan dengan pelbagai cerita isteri pertama membuli isteri kedua.
Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika nak membuli aku. Desis hati kecil Qistina.
Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicuba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berjaya. Rakan serumah menyatakan mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk ditemuduga oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra.
Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktiviti keagamaan di masjid Putra. Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, saban malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya.
Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid Putra, dia cuba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berzanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu.
Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.
Tit tit... sms menjengah masuk ke kantung inbox hensetnya.
"Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang."
Dibawah hensetnya, ada sekeping sampul besar.
Kepada: Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...
Asraf Mukmin diburu kehairanan. Sampul berwarna cokelat yang hampir saiz dengan A4 itu dibuka perlahan.
---------------------------------------------------------------
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.Salam sejahtera buat suami yang tercinta, moga redhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi temuduga yang Aliyah jalankan pada Qistina.
Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.
1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diheret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , apatah lagi Abang nak menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...
2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, apatah lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, masa kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food tu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kesian nanti, tak makan la pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...
3. Aliyah ada mengajak dia solat berjemaah. Kelam kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. Yelah, nanti dia akan menjadi ibu pada zuriat Abang yang lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kelam kabut memakai telekung... Aliyah sayangkan Abang...
Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.
Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada borang keizinan berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan MAS ke Sarawak. Jika munajat Abang di Masjid Putra mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah borang ini, isi dan pergilah kepada Qistina.
Oh ya, lupa nak cakap, Qistina telah berada di Sawarak. Menunggu Abang...
Aliyah sayangkan Abg...Tetapi jika Abg merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abg.
Tetapi, jika Abg merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abangg.. tolonglah bukakan pintu bilik ni. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai.. air tangan Aliyah.
Salam sayang, Aliyah Najihah binti Mohd Hazery.
Dipetik dari : www.iLuvislam.com
Oleh :nur fitrah

Jadilah Seperti Danau

“Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam segelas air itu.
“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih mengernyih. Sang guru ketawa kecil melihat wajah muridnya yang menyeringai kemasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang guru membawa muridnya ke danau berhampiran tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa dan taburkan ke danau. Sekarang, cuba kau minum air danau itu,” kata sang guru. Si murid mengambil air danau menggunakan tangannya.
“Ahh, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan telapak tangan.
"Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin di mulutnya.”
"Terasakah masin garam yang kau taburkan tadi?” soal guru.
”Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Sang guru hanya membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.” “Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diqadar oleh Allah, sesuai utk dirimu. Jumlahnya tetap, begitu-begitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian.
“Tidak ada satu pun manusia yang bebas dari penderitaan dan masalah.”Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yg dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak berasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu sebesar danau.”
Dipetik dari: www.iluvislam.com

AKU SI PARI-PARI KERDIL...(2)

Aku, si pari-pari kerdil,
hari ini kesunyian,
bersendirian tanpa teman,
si kumbang entah kemana hilang,
tiada khabar, tiada pesan...

Aku, si pari-pari kerdil,
hanya memandang awan,
mengharap ada utusan cinta,
puisi indah untuk menghibur,
nyanyian bayu, berlagu rindu.

Aku, si pari-pari kerdil,
terperuk menahan sendu,
mengenang kemana hilang pujaan kalbu,
si kumbang jantan yang mencuri hatiku,
si kumbang jantan yang kunjung selalu.

lupakah dia pada diriku,
berteman sudah tak mahu,
enggan bercanda selalu,
tiada lagi pujuk rayu,
ingkar pada janji seputih salju,
duhai kumbang jantan, kemana dirimu..

Aku, si pari-pari kerdil,
akan pasrah pada takdirMu,
andai kumbang jantan pergi berlalu,
andai itu terbaik untukku,
andai tiada bahagia yang bertamu..

Aku, si pari-pari kerdil,
mengutus doa buatmu,
yang terindah kau ketemu,
yang terbaik untukmu,
menemani segenap suku,
hingga ke akhir waktu..

Saturday, December 13, 2008

nak masuk tahun baru dah ni, mesti kena setkan azam baru..dah ade ke?..aku? cam biasaler..foward jer azam tahun lepas..yangg tak kesampaian..hehehe

apa azam tuh??!!hehehe

awal tahun 2008, aku dah setkan 3 azam..

1) nak sambung belajar

2) nak beli umah

3) nak.....kawen lor..umur dah meningkat ni, nak ler berkeluarga..huhuhu



ketiga-tiga azam ni sebenarnya di 'forward'kan dari tahun lepas lagi, tahun 2007..

tahun lepas bukan tak boleh nak sambung belajar tapi masa tu belum confirm dalam jawatan, so tak boleh la nak sambung..orangg kerja kerajaan biasa la, kena tunggu sah jawatan lah, kena tggu kebenaran majikan la..macam2..nasib badan la..tapi yg penting keje krajaan ni terjamin, tak yah pikir nak kene buang ke, nak trun gaji ke..bonus pun, ok la..padan la dgn keje yg dibuat..

dah apply OUM tapi sekarang ni, OUM dh takde kerjasama dgn MOE lagi dh..so kene tggu la peluang smbg blaja yg MOE anjurkan..

tahun 2008 ni, satu je azam yang tercapai iaitu, beli umah..

pikir punya pikir, taktau duit tu nak buat ape, so beli la umah..dari dibazirkan camtu jer..kalau simpan kt bank jer pun, slalu juge dikorek..

tapi bile dh beli umah ni semputla skit..hehehe..tak bleh dh nak shopping sakan, semuanye kena catu..nak makan kena catu, nak beli baju kena catu, belanja ari2 pun same..kalau dulu time lunch, boleh minum oren ke sirap ke, tpi skrang ni, minum sky juice jer..huhuhu.

tiap-tiap bulan bayar Rm900..memang la poket slalu kosong jer. siap kena puasa shopping lagi..kalau dipikir2 la, nak disiplinkan diri utk menyimpan RM900 sebulan tu bukan senang..mungkin la bulan pertama, kedua, ke3 je bleh, pastu dh lupe nk nyimpan..lagi naya klau bulan ni simpan, bulan depan korek..smpai ujung tahun habuk pun tarak..tapi bile beli umah ni, kena byr tiap2 bln..kalau tak bayar bank anta surat, interest pun naik..so nak tak nak kena bayar jgak..dan hasil pun nampak..bangga pun ade bila bleh tiggal kt umah sndiri, apatah lagi kalau mak ayah dan familiy datang..

azam nak smbg belaja tuh tak tercapai lagi..sebab? banyak sebabnye. antaranye, kewangan cam tak berapa nak stabil sejak beli rumah ni..setakat nak belanja untuk diri sendiri bulan-bulan tu boleh la lagi, tapi kalau nak buat benda lain tu, maybe tak berapa nak cukup dah kot...tapi bulan 9 arituh dh try apply, tapi rezeki blum ade kot, tak dapat..orang lain yang tak semangat sangat nak pulak yang dapat..nak buat camne..takper la, lain kali laa..InsyaAllah, ade rezeki lepas ni..

azam yang terakhir..azam ni yang paling susah nak di realisasikan..sebab kena ada kerjasama dari pihak lain...hehehe...azam untuk berkeluarga..
calonnya dah ade, tapi tak tau la bile nak bersatunye..kenal pun baru 4 bulan, tapi setakat ni cam ok jer..arap-arap ade perkembangan yang positif laaa..InsyaAllah...

takde kerja...

kenapa buat blog nih?



saja..sebab tengah borink sangat-sangat..sekarang nih time cuti..cuti panjang plak tuh..biasala warga pendidik..

dok umah sorang-sorang, nak borak tak de kawan, nak tengok tv, takde citer best, so dengar jela radio, sambil ngarut kat blog nih..saje nak share ape yang dibuat sehari-hari sepanjang idup kat dunia yang sementara nih..kalau2 ia boleh memberikan manfaat atau faedah pada diri sendiri, orang lain atau yang bukan orang jugak..hehehe..merapu la plak..

time2 borink, bleh la bace balik..atau dah tue2 nanti kotnye bleh bace smule..bleh la ingat kenangan@memori yang indah, atau pun x indah..

kenapa tak balik kampung?..

sekarang ni musim ujan..tak bleh balik lame sangat..takot kampung tuh banjir nanti..tak pasal-pasal masuk tv3 ke tv1 ke apa2 tv la jadi salah orang mangsa banjir yang dipindahkan..hehehe..glamor sangat jadinyer nanti..so balik la dok kt kl nih sorang2..

kalau borink dok umah p la kuar, pi cuci2 mate..bukan tengok orang..tak baik dosa..p window shopping laa..p tengok jer..poket tak cukup tebal nak beli..simpan angan2 jer..aim mane yang nak di beli bile dh jadi orang kaye nanti..erm!InsyaAllah..doa2 cam tu ler..

AKU SI PARI-PARI KERDIL...

Aku, si pari-pari kerdil,
Bebas berterbangan,
Menari bersama kicau beburung,
Melompat dari awan ke awan,
riang tanpa sendu...

Aku, si pari-pari kerdil,
Makluk ciptaan Tuhan,
Punya hati dan perasaan,
Punya kelebihan dan kekurangan,
Redha dengan ketentuan,
Pasrah dengan ciptaan...

Aku, si pari-pari kerdil,
Cantik ciptaan Tuhan,
Sekilas ku terbang,
Sejuta mata memandang,
Bergetar raga sang kumbang...

Aku, si pari-pari kerdil,
Inginku tebarkan sejuta harapan,
Agar tercapai segala impian,
Inginku sebarkan sejuta cinta,
Agar terubat semua sendu,
Inginku hulurkan sejuta sayang,
Agar bersatu segenap kasih,
Inginku lepaskan sejuta rindu,
Agar hilang seluruh dendam...

Aku, si pari-pari kerdil,
Lepaskan aku, bebaskan aku,
Biarku terbang sendiri,
Biarku lebarkan sayap ini,
Usah di ganggu, usah di ragu,
Iringi doa dan juga restu,
Buat diriku...